PENDAHULUAN
Aku memandang wajahku yang dipantulkan oleh cermin yang tergantung didinding kamarku. Tapi yang aku lihat seperti bukan aku. Matanya bengkak karena terlalu sering menangis. Bibirnya berdarah karena sering digigit untuk menahan rasa sakit – rasa sakit dihati. Tapi aku tersadar. Itu aku. Itu bayanganku. Mengerikan melihat bayangan wajahku yang seperti itu. Seperti tidak ada yang lebih menyakitkan saja daripada melihat wajahmu sendiri merana seperti itu.
Aku menghirup napas dalam-dalam untuk memenuhi paru-paruku dengan udara. Walaupun aku yakin paru-paruku sudah terisi banyak udara, namun entah mengapa rasa sesak masih saja memenuhi rongga dadaku. Mataku panas, menandakan air mataku mulai menggenang dan siap meluncur turun untuk sedikit melegakan perasaanku.
Pikiranku melayang lagi pada kejadian tadi malam. Berat rasanya mengingat hal yang menyedihkan saat sudah banyak kesedihan yang sudah banyak kau alami. Itulah yang sedang kurasakan. Seharusnya ini tidak harus terjadi. Ya seharusnya ini tidak lagi terjadi dihidupku. Aku menghela napas sambil berharap setiap helaan napasku membuang kesedihan yang menjalar ditubuhku.
Sesaat aku bergeming menatap nanar mataku yang bengkak dari pantulan cermin. Pikiranku melayang lagi pada kejadian satu setengah tahun lalu saat aku masih tinggal di New York. Sahabatku dari bayi yang juga kekasihku meninggal didepan mataku seketika saat salah seorang dari mafia yang memiliki jenggot hitam panjang melepaskan tembakan yang bermaksud untuk melumpuhkanku. Namun entah keberuntunganku atau kesalahanku, Edgar-lah yang terkena peluru tembaga tersebut. Dia melompat kedepanku tepat saat peluru sudah satu meter didepan dadaku.
Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat untuk menghilangkan pikiran tersebut. Kejadian tersebut nyaris membuatku depresi. Bahkan hampir menjadi gila. Aku pikir dengan kepindahanku kekampung halamanku, Bandung di Indonesia, semua ini bias terlupakan. Bahkan tidak terjadi lagi. Namun aku salah.
Ketika kebahagiaan sedang berjalan untukku, kesedihan kembali merenggutnya dariku. Dan lagi-lagi melibatkan orang yang kucintai.
Minggu, 11 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar